Fatamedia Publisher

Citra Dirimu Sekarang: Bagaimana Suara Hatimu?

Posted on: September 3, 2008

Betapa seringnya dan otomatisnya kita menghakimi diri sendiri. Apakah kamu pernah bertanya pada dirimu sendiri, “Apa yang sedang aku pikirkan?” Atau berpikir, “Oh, benar-benar bodoh diriku ini,” saat mengerjakan sesuatu? Itu semua adalah suara dalam hatimu yang sedang memvonis dirimu. Duh, pada sebagian orang, suara dalam hati itu bisa begitu kritis banget, sangat mencela, kejam, yang akhirnya berakibat rendahnya harga diri.

Mendengarkan suara dalam hatimu dan penilaiannya atas dirimu merupakan langkah awal untuk memperbaiki citra dirimu mengantar menuju diri idealmu. Sadar akan kritik terhadap diri sendiri bisa membantumu menemukan citra dirimu sekarang ini dan menentukan apakah ia perlu peningkatan dan bagaimana caranya. Ada satu cara yang mudah untuk memahami gimana sebenarnya citra dirimu saat ini.

Caranya adalah dengan membayangkan reaksimu terhadap situasi tertentu. Contohnya saja, saat melihat  pagi hari yang cerah dan indah, kamu bereaksi, “Begitu cerahnya! Aku pengin segera keluar rumah dan melakukan sesuatu!” Ini merupakan tanda bahwa kamu punya citra diri yang positif. Kalimat yang otomatis dan secara reflek terucap demikian menandakan bahwa kamu antusias plus bersemangat terhadap hidup ini. Bisa saja reaksimu terhadap pagi yang cerah nan indah itu begini, “Ayolah, bangun, pemalas! Segeralah berangkat sekolah…”

Kalimat yang kedua ini adalah kalimat yang memarahi dirimu sendiri. Ini merupakan suatu tanda bahwa kamu sedang punya citra diri yang enggak positif.

Tapi, kadang-kadang begitu sulit bagi kita untuk ndengerin suara dalam hati kita itu, bahkan saat suara itu kritis. Kadang-kadang seseorang melewatkan begitu saja vonis dirinya sendiri untuk melindungi dirinya dari situasi yang enggak enak. Contohnya begini. Kamu disuruh gurumu untuk maju ke depan kelas mempresentasikan suatu makalah.

Nah, gara-gara kamu takut gagal atau takut ditertawakan atau takut nggak disukai teman-teman yang melihatmu, kamu langsung saja bilang bahwa kamu nggak bisa atau kamu meyakinkan dirimu bahwa orang-orang nggak akan suka lihat penampilanmu. Nah, yang kayak gini bisa bikin harga dirimu jadi rendah dan semakin rendah.

Jangan khawatir. Ada solusi kok buat melindungi dirimu sendiri tanpa membatasi dirimu. Contoh saja, kamu dapat memandang ringan opini orang lain tentang dirimu. Saat kamu ditunjuk maju ke depan kelas oleh gurumu, kamu bisa berpikir, “Lalu, ngapain jika mereka nggak suka penampilanku? EGP…!” Atau kamu bisa membangun pikiran positif, “Paling nggak, aku berani maju presentasi ke depan kelas!” Atau kamu bisa men-stop suara negatif dari dalam hatimu atau mengkoreksinya ketika ia membesar-besarkan sifat negatifmu.

Rehat Sejenak!

Seberapa positif citra dirimu? Tandai benar atau salah pernyataan di bawah ini. Nggak ada aturan apa pun kecuali kamu jujur saat menjawabnya. Jika jujur, insya Allah, kamu akan tahu nilai yang sesungguhnya dari citra dirimu. Oke, kita mulai!

1. Minuman di gelasku selalu setengah kosong, enggak setengah isi.

2. Aku selalu meminta maaf terhadap apa saja yang kuperbuat.

3. Aku selalu bilang ke diriku bahwa aku ‘seharusnya’ melakukan ini atau melakukan itu.

4. Aku selalu mengkritik diriku sendiri.

5. Apa yang orang lain pikir tentangku menentukan perasaanku terhadap diriku.

6. Aku kritis terhadap kesalahanku dan senantiasa mengingat-ingat kesalahanku.

7. Aku selalu membuat kecewa orang yang peduli kepadaku.

8. Aku merasa  dunia ini membebaniku.

9. Kesalahan yang sedikit sama saja dengan kesalahan yang komplet.

10. Aku membungkukkan diriku untuk menyenangkan orang lain.

11. Aku nggak yakin telah melakukan suatu pekerjaan dengan baik kecuali kalau ada orang lain yang menyatakannya.

12. Sulit bagiku untuk memaafkan dan melupakan.

13. Aku harus berusaha keras daripada orang lain dalam menjaga hubungan sosial dan aku takut hubungan yang kujalin dengan orang lain akan gagal.

14. Jika aku mengerjakan sesuatu nggak sebaik orang lain, maka itu artinya aku nggak sebagus mereka.

15. Jika aku nggak bisa mengerjakan sesuatu dengan baik, ini artinya aku nggak perlu mengerjakan sesuatu itu sama sekali.

Sekarang, yang kamu jawab benar, kamu beri nilai 1. Trus, jumlahkan. Trus lihat penilaian tentang citra dirimu ini:

0 – 4:
Kamu secara umum mempunyai cara berpikir positif dan sudah merasa bagus tentang dirimu sendiri. Jagalah perasaan ini!

5 – 8:
Kamu mungkin sedang berjuang melawan beberapa emosi negatif. Mmm, luangkan waktu untuk menemukan hal-hal positif dan berkualitas pada dirimu. Baca lagi tentang Eksplorasi Diri di bab sebelumnya.

9 atau lebih:
Kamu begitu kritis terhadap dirimu. Tantanglah dirimu sendiri untuk mengubah caramu berpikir.

Berapa pun nilai kamu dari tes singkat citra diri di atas, kamu perlu banget untuk meningkatkan citra dirimu. Yang dapet nilai 9 ke atas dari tes di atas tentu perlu banget untuk meningkatkan citra diri. Yang duduk di derajat kedua juga masih perlu untuk meningkatkan citra dirinya. Yang dapet peringkat pertama? Masih perlu juga lho! Ngapain?

Temukan jawabannya di Change to be Super

Iklan

8 Tanggapan to "Citra Dirimu Sekarang: Bagaimana Suara Hatimu?"

oh ya ini dari buku setentgah isi setengah kosong ya… ! tapi apabila suatu rasio bertentangan dengan batin manakah yang harus kita menangkan untuk menjadi pemenang sejati

dari setengah isi setengah kosong pak marpaung? enggak juga…”alat tes” citra diri berupa pertanyaan tentang gelas yg diisi setengah merupakan pertanyaan yg sudah lazim -bahkan cenderung kuno.

terima kasih sudah bersilaturahmi ke blog saya……..

untuk menumbuhkan citra diri yang selalu positif perlu riyadah yang terus menerus, selalu mensyukuri apa yang ada digenggaman kita, dan yakinkan diri bahwa Allah menganugerahkan segala kelebihan pada diri kita.

http://kebunilmu.blogspot.com
http://caraku sehat.blogspot.com

Betul ni, kalo kita terus menghakimi diri kita sendiri dengan kata2 yg negatif, justru akan melemahkan semangat kita, walau terkadang, ada orang yg senang mengkritik dirinya sendiri, karena ia merasa hal itu bisa menyemangti dirinya.

Namun, sikap seseorang dalam hal menanggapi sesuatu tentu berbeda-beda.
Aku rasa buku ini cocok bagi kita yang ingin menyemangati kita atau menanggapi apa yang telah kita lakukan tanpa mengkritisi diri kita dengan perkataan yg tajam dan negatif.
Hidup dengan suatu hal yg positif justru lebih indah.
So, selalu lah berkata positif pada diri kita sendiri.

Pengantar tulisan ini dan teknik penentuan citra diri dalam tulisan ini merupakan suatu cara yang cukup efektif untuk introspeksi dan salah satu landasan dan pedoman untuk meningkatkan dan sekaligus mengembangkan citra diri.

jazakallahu khairan…

Bgs bnGt bKu ne…Q jd terinspirasi bAhWa klO Qt trus2sn miNdEr g BklN Mju hIdupNya,n MemAnk Qt Hrs PrCya pda dri snDri…
N Qt bS mngHdpi Hdp yG pnH tntangan NE dGn PositiVE tHinKing…

Luar biasa. Mirip schwartz, tema ini tetap abadi karena kita ingin hidup bahagia dan nyaman. Membentuk citra diri yang positip adalah salah satu caranya. Semua orang perlu baca ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: