Fatamedia Publisher

Ta’aruf Dulu Baru Menikah

Posted on: September 2, 2008

Menikah tanpa pacaran lebih dulu masih dianggap aneh oleh banyak orang. Pacaran masih dianggap banyak orang sebagai proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bukannya mengharamkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bahkan mensyariatkan pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Akan tetapi, proses pengenalan itu dilakukan melalui proses yang lazim disebut ta’aruf, bukannya melalui pacaran.

Ta’aruf Dulu Baru Menikah menjabarkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum pernikahan. Buku ini mengupas pernak-pernik ta’aruf, kesalahan penerapannya yang masih banyak terjadi, dan kritik atas praktik ta’aruf yang banyak dilakukan aktivis muslim.

Ta’aruf Dulu Baru Menikah membuat Anda menjadi yakin menjalani proses pengenalan calon pasangan hidup Anda, sehingga saat memasuki pernikahan, Anda dan pasangan Anda pun memasukinya dengan penuh cinta.

Iklan

18 Tanggapan to "Ta’aruf Dulu Baru Menikah"

Apa itu ta’aruf?Bagaimana mengenal pasangan hidup saat akan menikah?Buku ini menjawab pertanyaan-pertanyaan bagaimana proses dalam Islam mengenal kepribadian pasangan hidup agar tidak salah dalam memilih,karena pernikahan adalah sesuatu yang sangat sakral dan perceraian adalah hal yang paling dibenci Allah swt.Islam mengharamkan pacaran,yang sekedar hbungan berdasarkan hawa nafsu dan tidak berdasarkan cinta kasih.Pernikahan dalam Islam harus diawali proses ta’aruf yaitu saling mengenal,dengan keluarganya dan kerabat calon mempelai.Buku bagus yang menarik untuk dibaca.

Assalamu alaykum “Ta’aruf Dulu Baru Menikah”betul sekali . Namun jangan sampai kita terjebak dengan Ta’aruf yang sama sekali berbeda dengan ta’aruf yang telah dicontohkan oleh Rasullullah ketika hendak Ta’aruf dengan siti Khadijah. Karena ada beberapa yang mengatasnamakan Islam namun tidak jauh beda dengan pacaran biasanya dengan saling berdua-duaan dengan tujuannya untuk saling mengenal. Oleh karena itu buku ini sangat saya harapkan (belum saya baca)untuk membedah Ta’aruf yang dicontohkan oleh Rasullullah dengan ditambah beberapa hadits pastinya.

Assalamua’laykum. Yap, ta’aruf bukannya pacaran.

Ta’aruf merupakan suatu hal yang tidak sulit untuk dilakukan jika semua serahkan kepada Allah.
Tetapi menyerahkan diri kepada Allah itulah yang sulit.

Saya belum baca buku ini. Apakah buku ini membahas Bagaimana mengenal kepribadian seorang pasangan hidup. Lama atau singkatnya mengenal kepribadian seseorang tsb tidak menjamin. Apakah dengan keikhlasan dan berserah diri kepada Allah yang akan menjawab semua itu…………

Assalamu’alaikum…
“Ta’aruf Dulu Baru Menikah” sepertinya buku yang menarik.
Mudah-mudahan dengan terbitnya buku ini bisa memberikan pengetahuan yang benar untuk para pemuda dan pemudi seperti kita, agar tidak terjebak dalam hubungan cinta pra-nikah yang dilarang oleh agama, yaitu: pacaran, yang pada zaman ini oleh mereka yang melakukan hal itu dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk mengenal calon pasangan. Padahal dalam Islam jalan untuk mengenal calon pasangan hidup adalah melalui “Ta’aruf”.

Memang masalah pacaran adalah problematika para remaja yang masih awam tentang tinjauannya pacaran dalam Islam, tetapi ironisnya para aktivis-aktivis Islam baik ikhwan atau akhwat yang mengerti bahwa pacaran itu haram, sebagian dari mereka juga melakukan pelanggaran-pelanggaran yang menjadi pokok-pokok penting mengapa haramnya pacaran. Sehingga munculah istilah yang biasa kita dengar dengan CBSA (Cinta Bersemi Sesama Aktivis). CBSA bukanlah suatu hal yang tercela jika memang kedua insan yang saling mencintai tersebut berada dalam proses yang benar dan dalam satu tujuan pula yaitu menikah. Dan yang terpenting cinta tersebut bersemi juga karena proses yang dibenarkan syariat, bukan karena seringnya sms-an tidak jelas arahnya, sering ngobrol tatap muka, dan ngobrol dengan nada suara yang tidak dijaga. Tetapi yang biasanya terjadi adalah hal yang sebaliknya, cinta tersebut bersemi karena hal-hal yang seharusnya kita sebagai aktivis terjaga darinya. Minimal ada 2 hal yang kita sudah semestinya kita menjaganya:

1. Menjaga pandangan dari seorang akhwat bagi ikhwan, dan juga sebaliknya. Kecuali jika dalam proses nadzor. Allah berfirman dalam surat An-Nuur 30 ”Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…..”, perhatikan juga dalam ayat selanjutnya 31, Allah berfirman, ” Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”

2. Memperhatikan nada suara dan gaya berbicara ketika dalam syuro’ atau rapat dalam suatu majelis yang di dalamnya terdapat ikhwan dan akhwat. Termasuk juga memperhatikan pemilihan kata-kata yang akan disampaikan di dalam majelis tersebut. Perhatikanlah firman Allah subhanahu wa ta’alaa dalam surat al-Ahzab 32. Allah berfirman:“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,”

Saya menjadi ingat dengan kisah yang membuat saya menjadi ngeri dan menyadari betapa dasyatnya bahaya fitnah wanita seperti ini, sekalipun orang tersebut ahli ibadah.

inilah ceritanya:

Tersebutlah seorang ahli ibadah dari kalangan kaum Bani Israil, bernama Barshish. Dia seorang ahli ibadah besar, tinggal di dalam sebuah sinagog untuk menyembah Allah, tetapi ibadahnya lebih mendominasi ilmunya, padahal orang yang berilmu lebih ditakuti syaithan ketimbang seribu orang ahli ibadah.

Setelah dia menyembah Allah, bersujud kepadanya, dan banyak berdzikir menyebut nama Allah, Allah bermaksud menguji iman dan keyakinannya.
“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka tidak diuji lagi?”
(QS Al-Ankabut: 2)

Dia duduk di sinagognya, lalu datanglah kepadanya sejumlah lelaki dari kalangan mujahidin Bani Israil. Mereka berkata, “Hai Barshish, sesungguhnya kami bermaksud pergi jihad kepada Allah, sedangkan kami mempunyai seorang saudara perempuan, yang tinggal di rumah kami di sebelah sinagogmu. Dia tidak ada temannya sesudah Allah, kecuali hanya engkau. Oleh karena itu, kamu harus menjaganya sampai kami kembali dari jihad”. Barshish menjawab, “Ini merupakan suatu kehormatan bagiku. Aku terima hal ini dengan senang hati”.

Mereka pun berangkat berjihad di jalan Allah, dan Barshish tinggal di dalam sinagognya menyembah Allah. Selanjutnya, datanglah setan kepadanya dan berkata, “Hai Barshish! Sesungguhnya wanita ini berada dalam jaminanmu. Dia adalah wanita muda yang berada dalam perlindunganmu. Jika engkau biarkan, barangkali dia merasa kesepian. Sebaiknya engkau julurkan kepalamu setiap pagi hari, lalu engkau ucapkan salam kepadanya. Itu sama sekali tidak akan membahayakanmu, karena dia seorang wanita yang memakai hijab.”
Barshish pun menerima saran setan, lalu dia mengulurkan kepalanya dan mengucapkan salam kepada wanita itu.

Setan datang lagi untuk kedua kalinya, lalu berkata, “Sebaiknya engkau tinggal di sebelah rumahnya, agar dia tidak didatangi lelaki lain atau ditakut-takuti oleh jin yang jahat.” Barshish turun di sebelah rumah wanita itu tanpa melihatnya.

Setan datang untuk ketiga kalinya, lalu berkata, “Sesungguhnya dia adalah seorang gadis yang asing lagi kesepian. Keluarganya keluar untuk jihad, maka tiada seorangpun yang menghiburnya atau mengajaknya mengobrol.” Barshish pun turun dan menghiburnya dan mengajaknya mengobrol, sedangkan gadis itu memakai hijab.

Setan datang untuk keempat kalinya, lalu berkata, “Engkau adalah orang yang alim, cerdas, lagi terpelihara oleh Allah, dan setan takut kepadamu. Maka mendekatlah kamu kepadanya, dan ciumlah dia” Akhirnya, Barshish terjerumus dalam perbuatan keji (zina), dan perempuan itu pun mengandung.

Setelah melihat wanita itu mengandung, setan berkata kepada Barshish, “Apabila saudara-saudara lelakinya datang, dan mereka melihat kemunkaran ini, dia akan menceritakan kepada mereka kejadian yang dialaminya denganmu. Dan orang-orang akan menuduhmu sebagai pelakunya, maka harga dirimu jatuh di mata mereka. Sebaiknya kami bunuh saja dia, karena hal ini lebih baik bagimu.”

Akhirnya, Barshish menyembelihnya dan menggali kuburan di dalam rumah wanita itu, lalu mengebumikannya dalam kuburan tersebut.

Tidak lama kemudian, datanglah saudara-saudara lelaki wanita itu dari jihad, dan mereka bertanya, “Dimanakah saudara perempuan kami?” Barshish menangis dan menyesal. Dia mengeluarkan air mata buayanya secara pura-pura demi harga dirinya, lalu menjawab, “Dia sakit keras, lalu meninggal. Dia adalah seorang wanita yang zuhud lagi ahli ibadah. Aku kebumikan dia sesudah mendoakannya.”

Mendengar berita itu, mereka menangisi kematian saudara perempuan mereka, dan percaya kepada berita Barshish. Mereka pun tidur malam itu.

Setan datang kepada saudara tertuanya, dan menceritakan kepadanya bahwa sebenarnya Barshish telah berbuat mesum dengannya, lalu membunuhnya. Setan lalu datang kepada saudara yang kedua, dan yang ketiga dalam mimpinya masing-masing, lalu menceritakan kepada keduanya sebagaimana yang telah ia ceritakan kepada saudara tertua mereka.

Keesokan harinya, mereka menceritakan mimpinya masing-masing, lalu mereka sepakat untuk membalas Barshish atas perbuatannya terhadap saudara perempuan mereka. Mereka berangkat dan membongkar kuburan yang telah ditunjukkan setan kepada mereka. Ternyata, mereka menjumpainya dalam keadaan telah hamil, dan mati karena dibunuh.

Setan pun datang dan berkata, “Hai Barshish, tiada yang dapat menyelamatkanmu, kecuali jika kamu mau bersujud kepadamu sekali agar aku bisa melindungimu.” Akhirnya, Barshish kafir kepada Allah dan mau sujud kepada setan dengan sekali sujud.

Selanjutnya mereka membunuh Barshish dan menyalibnya.

(Diriwayatkan oleh Imam Thobari dalam kitab tafsirnya, Abu Na’im dalam kitab Hilyah-nya, dan Al-Hakim. Lihat Tafsir Ibnu Katsir).

assalamu’alaikum wr.wb
“ta’aruf dulu baru menikah” wow keren banget judul bukunya. cocok buat generasi muda islami yang mau melangkah ke jenjang rumah tangga, karena mungkin buku ini menjadi solusi dan petunjuk dalam memasuki fase pernikahan yang di berkahi oleh allah swt.
gak mudah loh, mendapatkan pernikahan yang penuh berkah tanpa persiapan dan pengetahuan yang cukup untuk itu saya sarankan generasi muda islam wajib memiliki dan membaca buku ini.
Allahu Akbar!
semoga Allah meridhai niat tulus para calon Abi dan Umi
Wassalam.

assalamu’alaikum
waduh, dah ada Kang Maramis. no koment dlu deh. ga jadi koment. nanya aja lah.
isi bukunya bagus ngga ya…? (Kang Maramis, klo dapet bukunya, bikin reviu ya di blog.)
jazakallohu khoiron

Assalamu’alaikumussalam.Wr.Wb..
Sungguh menggugah hati setiap orang ketika mendengar judul buku ini ….”Ta’aruf Dulu Baru Menikah”…
Akan terasa berat bagi insan yang masih belumteguh keimanannya setelah mendengar kalimat ini, batapa tidak…budaya pacaran sudah mendarah daging, bahkan jika setiap remaja belum berpacaraan akan dikatakan sebagaimorang yang “kuper”,gak gaul..dll.
Akan tetapi, bagi muslim yang ISTIQOMAH di Jalan Nya, akan merasa tenag dan senang akan eturan ini, karena sebagai solusi dan jawaban akan berbagai penyakit..sebut saja AIDS dll. merupakan efek samping dari pergaulan bebas yang maik BIADAB…
Terukir Indah dan mesara dalam Al Qur’an…
” Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang kaji dan suatu jalan yang buruk.”
(QS. Al Isra : 32)..
Dan masih banyak lagi dalil yang menegaskan betapa buruknya pergaulan bebas (pacaran) yang merupakan budaya kaum jahiliyah…
Semoga saudara – saudara kita yang sudah terbelit pacaran, Allah melimpahkan setitik nur Illahi dalam hatinya..
Dan ikhwa fillah…semoga Allah Meneguhkan Iman ISlam kita…
Aaaamin.
Wassalam…

Subhanallah,,,,buku ini mungkin salah satu buku yang layak di miliki oleh para pemuda,apalagi banyak para pemuda yang awam maupun yang bergerak dalam medan dakwah kurang memahami masalah ini.
banyak dari mereka yang terjerumus ke dalam hal-hal yang di murkai Allah,yang kita kenal dengan pacaran…..

ada orang yang beranggapan bahwa ta’aruf sebelum menikah yaitu dengn pacaran.padahal itu salah BESAR!!!!!!!!!!!
ada yang menamai dengan pacaran islami lah,padahal itu semua adalah dari syaithon.karena yang namanya pacaran pasti identik dengan perzinahan……

Semoga dengan hadirnya buku ini dapat memberikan pencerhan kepada para pemuda yang hendak menikah agar mereka tidak terjebak kepada hal-hal yang tidak di inginkan.

Banyak orang pada umumnya yg menganggap ta’aruf itu ga beda dengan pacaran, silakan liat artikel https://fatamedia.wordpress.com/2008/09/03/taaruf-semi-pacaran/
Mungkin keadaan pada sebagian ikhwan dan ahwat yg terkena tipu daya setan seperti yang dicerikan dalam artikel itu, hal tersebut dimungkinkan karena belum sepenuhnya tahu cara ta’aruf yang sesuai syariat Islam, sehingga yang terjadi yaitu mengkaburkan praktek pacaran dengan nama ta’aruf.
Ngeri juga sih……,
Smoga saya pribadi dan saudara-saudara seiman semuanya tidak terkena pada tipu daya setan tersebut.

Ta’aruf dulu baru nikah
ok bgt
Dalam al-quran udah diatur segalah macam permasalahan kehidupan termasuk Menikah.
pacaran jelas menyalahi aturan agama qita.
kelak yang kita pake hanyalah aturan Allah,So dari sekarang DonK kita pake aturan Allah.
Solusi terbaik yg tak menyalahi aturan Allah yaitu Ta’aruf
Dulu Sebelum Nika.
Coba dech baca bUku nya,karena ni buku Syarat manfaat bgt

mas bukunya juanya dimana? ada gak di toko buku gramedia!

insya Allah ada. kalo pun belum ada, coba ke gunung agung atau toga mas. Anda di mana? via online juga bisa kok, silakan hubungi nomor di atas, atau ke Toko Sarana Hidayah Online

”Ta’aruf dulu baru nikah”
judul buku yang sangat bagus tentunya jadi pengen memiliki buku itu,kebetulan aq kaum adam yang sudah cukup umur untuk memikirkan pernikahan,tapi bagai mana ya lom ada yang cocok,maunya seh keluarga senang kita.,tenang damaii yang penuh dengan cinta.amin3x semoga allah mendengarkan rintihan hambanya bye!!!

Saya kira sepatutnya para pemuda memberikan antusiasnya dalam mendalami ilmu Din maupun dunia, dalam lingkup ini yaitu pernikahan yang mana merupakan salah satu kunci-kunci taqwa dimana hal ini berlandaskan dengan apa yang Alloh dan Rasul-Nya katakan. Sehingga buku ini memberikan warna yang islami bagi para pemuda, khususnya bagi yang ingin menikah.

alhamdulillah yaa ALLAH
engkau masih melindungiku dari hal hal yang mendekati zina

aku hanya ingin ta’aruf
itu saja, satu hal yang kuinginkan sebelum menikah

kalo pengen pacaran, yaa pacaran setelah menikah kan lebih asyik, lebih halal, dan lebih terjaga

jadi pengen menikah deh, sayangnya ada ikatan kuliah, hee

Ta`aruf…
semoga mengantarkan kita ke gerbang surga…

Ya Allah.. Keluarkanlah cintaku terhadap duniaMU dari hatiku, agar aku mampu mencintaiMu dengan sepenuh hatiku melebihi cintaku kepada ciptaanMu …

Salah seorang sahabat kami baru saja menulis sesuatu tentang Taaruf dan Pacaran, silakan di cek.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: