Fatamedia Publisher

Ini yang ditunggu-tunggu…

Setelah dipilah dan dipilih, komentator yang berhak mendapatkan buku-buku dari Fatamedia adalah

Rozan Farissa (kada.peXXXXXX@gmail.com), terpilih dengan komentarnya untuk buku Ta’aruf Dulu Baru Menikah.

Annisa Fabila (nisha_nXXXXXX@plasa.com), terpilih dengan komentarnya untuk buku Change to be Super.

Shandy (ustman_lXXXXXXX@yahoo.co.id), terpilih dengan komentarnya untuk buku Seindah Cinta Ketika Berlabuh.

Para pemenang dipersilakan untuk mengirimkan alamat domisili ke fatamedia [dot] publiser [at] gmail [dot] com untuk keperluan pengiriman hadiah.

Terima kasih!

Belum beruntung? Ikuti blog ini, dan ikuti sayembara kami selanjutnya.

Mau buku gratis dari Fatamedia? Gampang, komentari buku-buku baru dari Fatamedia. Kamu boleh mengomentari Seindah Cinta Ketika Berlabuh, Change to be Super, atau Ta’aruf Dulu Baru Menikah.

Tiga komentar terbaik pada masing-masing judul akan mendapatkan masing-masing satu buku baru sesuai judul yang dikomentari
Sayembara komentar ini akan ditutup pada 15 Oktober 2008. Buruaannnn!!!

Supaya kamu lebih tahu apa isi ketiga buku itu, simak bocoran-bocorannya. Bocoran  Seindah Cinta Ketika Berlabuh ada di sini, kalo bocoran Change to be Super bisa kamu lihat di sini, yang Ta’aruf Dulu Baru Menikah ada di sini.

Betapa seringnya dan otomatisnya kita menghakimi diri sendiri. Apakah kamu pernah bertanya pada dirimu sendiri, “Apa yang sedang aku pikirkan?” Atau berpikir, “Oh, benar-benar bodoh diriku ini,” saat mengerjakan sesuatu? Itu semua adalah suara dalam hatimu yang sedang memvonis dirimu. Duh, pada sebagian orang, suara dalam hati itu bisa begitu kritis banget, sangat mencela, kejam, yang akhirnya berakibat rendahnya harga diri. Baca entri selengkapnya »

Awalnya, aku bertemu dengannya di sebuah acara yang diselenggarakan di rumahku sendiri. Gadis itu sangat berbeda dengan cewek-cewek lain yang sibuk berbicara dengan laki-laki dan berpasang-pasangan. Sedangkan dia dengan pakaian muslimah rapi yang dikenakannya membantu mamaku menyiapkan hidangan dan segala kebutuhan dalam acara tersebut. Sesekali gadis itu bermain di taman bersama anak-anak kecil yang lucu, kulihat betapa lembutnya dia dengan senyuman manis kepada anak-anak. Baca entri selengkapnya »

Terkadang, dengan niat awal untuk ta’aruf, sebagian pria terjebak dalam aksi-aksi yang menjurus ke bentuk pacaran yang jelas-jelas dilarang dalam Islam. Pertama diawali dengan bertemu muka, dan mengobrol seadanya, dengan ditemani mahram. Lalu pertemuan itu diulang hingga beberapa kali, dengan alasan untuk semakin mengenal pasangannya. Baca entri selengkapnya »

Menikah tanpa pacaran lebih dulu masih dianggap aneh oleh banyak orang. Pacaran masih dianggap banyak orang sebagai proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bukannya mengharamkan proses pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Islam bahkan mensyariatkan pengenalan calon pasangan hidup sebelum menikah. Akan tetapi, proses pengenalan itu dilakukan melalui proses yang lazim disebut ta’aruf, bukannya melalui pacaran.

Baca entri selengkapnya »

“Roni cerdas, Agus tampan, Ahmad alim. Dino jago baket. Lalu, aku ini apa? Aku nggak punya kelebihan apa-apa? Jika saja aku punya kelebihan seperti mereka, kepribadian seperti dia, pasti aku merasa bahagia.”

Merasa bernasib buruk dalam hidup ini? Merasa tak punya kemampuan apa-apa? Merasa tidak percaya diri? Merasa masa depan tidak jelas?

Bangkitlah! Kamu berhak sukses dan bahagia dalam hidupmu ini. Allah telah memberimu kemampuan untuk memilih: mau terus berkutat sama masalahmu atau mencari solusi agar hidupmu sukses dan bahagia. Maka, pilihlah kesuksesan dan kebahagiaan! Baca entri selengkapnya »